Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Car News

Iklan

Tag Terpopuler

25 Neng dan Bu Nyai Muda Dilantik, Fatayat NU Probolinggo Luncurkan 99 Majelis Taklim

Minggu, 27 September 2026 | September 27, 2026 WIB Last Updated 2026-09-28T01:47:00Z
PROBOLINGGO, BEEVOICEPROBOLINGGO – Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo memperkuat gerakan dakwah dan pemberdayaan perempuan hingga tingkat akar rumput.
Langkah tersebut ditandai dengan pelantikan Forum Da’iyah Fatayat NU (FORDAF) periode 2026–2030 sekaligus launching 99 Majelis Taklim Fatimah Zahra di Ballroom Hotel Bromo View, Probolinggo, Minggu (27/9/2026).
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo, Sofia, M.Pd., mengatakan sebanyak 25 pengurus FORDAF yang dilantik berasal dari kalangan neng dan bu nyai muda pondok pesantren.
Menurutnya, mereka akan menjadi bagian dari penguatan program dakwah Fatayat NU di Kabupaten Probolinggo.
“Pengurus FORDAF yang dilantik berjumlah 25 orang dari kalangan neng dan bu nyai muda pondok pesantren. Ke depan mereka akan menjalankan program-program dakwah bagi Fatayat NU,” kata Sofia.
FORDAF
merupakan lembaga di bawah naungan PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo. Keberadaannya diharapkan tidak hanya menguatkan aktivitas keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan di tengah masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Fatayat NU Kabupaten Probolinggo juga meluncurkan 99 Majelis Taklim Fatimah Zahra.
Sofia menjelaskan, majelis taklim tersebut dibentuk untuk menata gerakan Fatayat NU yang selama ini telah tumbuh di tingkat bawah agar lebih terarah dan terorganisasi.
“Dari dulu sebenarnya kita sudah bergerak, tetapi mungkin masih belum tertata. Sekarang mulai ditata melalui Majelis Taklim Fatimah Zahra agar gerakannya lebih optimal,” ujarnya.
Majelis Taklim Fatimah Zahra menyasar perempuan usia sekitar 25 hingga 45 tahun dan telah bergerak hingga tingkat ranting, desa, serta dusun.
Menariknya, kegiatan majelis taklim itu tidak hanya difokuskan pada pengajian.
Menurut Sofia, selain mengaji dan istighotsah, di dalamnya juga terdapat kegiatan berbagi hingga forum diskusi mengenai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.
“Majelis Taklim Fatimah Zahra bukan hanya melulu ngaji. Ada ngajinya, ada istighotsah, ada berbagi, tetapi juga ada diskusi-diskusi yang berkaitan dengan persoalan umum di masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap keberadaan majelis taklim dapat menjadi ruang bagi perempuan Fatayat untuk meningkatkan kapasitas, memperkuat kepedulian sosial, sekaligus hadir dalam menjawab kebutuhan masyarakat di lingkungannya.
Sofia menegaskan, Fatayat NU ke depan harus mampu menjadi organisasi yang tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki dampak sosial.
“Intinya Fatayat itu harus berdaya dan berdampak. Bukan hanya mewadahi kegiatan keagamaan, tetapi juga harus berdaya secara keumatan dan berdampak sosial kepada masyarakat melalui program-programnya,” tegasnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Sekretaris PW Fatayat NU Jawa Timur, Robiah Al Adawiyah, M.Pd., juga memberikan materi capacity building mengenai penguatan tata kelola dan administrasi organisasi.
Materi tersebut menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional, efektif, dan akuntabel, sekaligus mendorong Fatayat NU memperluas dampak program pemberdayaan.
Dengan terbentuknya FORDAF dan 99 Majelis Taklim Fatimah Zahra, Fatayat NU Kabupaten Probolinggo berharap gerakan organisasi semakin kuat hingga lapisan masyarakat paling bawah.

Terkini

×
Berita Terbaru Update