PROBOLINGGO, BeevoiceProbolinggo.com – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi pra Musyawarah Ranting (Musran) DPRT PKB se-Kabupaten Probolinggo, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses penataan struktur organisasi PKB setelah sebelumnya dilakukan konsolidasi pada tingkat DPC dan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC). Tahapan selanjutnya diarahkan pada penguatan kepengurusan di tingkat ranting atau desa.
Rapat dipimpin Sekretaris DPC PKB Kabupaten Probolinggo H. Mahrus Sholeh yang mewakili Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo. Kegiatan diikuti ketua dan sekretaris DPAC PKB se-Kabupaten Probolinggo.
Sejumlah pengurus partai, anggota legislatif, serta badan otonom PKB turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Gus Didik Humaidi, Ketua DKC Panji Bangsa Kabupaten Probolinggo Mochammad Al-Fatih, anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Probolinggo Muad, Ketua DKC Garda Bangsa Muhammad Badrul Kamal, dan Ketua DPC Perempuan Bangsa Kabupaten Probolinggo Hj. Siti Arifah.
Hadir pula unsur Lakumham PKB, Habib Mustofa dan Amatsunu, serta Bendahara DKC Panji Bangsa Kabupaten Probolinggo Taufiq Hidayat.
Dalam sambutannya, Mahrus menyampaikan bahwa Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo berhalangan hadir dan menitipkan salam kepada seluruh jajaran DPAC yang mengikuti kegiatan.
Menurut Mahrus, pra Musran merupakan rangkaian lanjutan dalam proses penataan struktur partai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian dari penataan struktur. Setelah DPC dan DPAC, sekarang kita menuju penataan struktur ranting,” kata Mahrus.
Ia menegaskan, kekuatan organisasi di tingkat ranting dinilai penting karena menjadi struktur yang paling dekat dengan masyarakat.
Mahrus juga menyampaikan pesan agar seluruh pengurus menjadikan PKB sebagai rumah bersama dan tidak memandang organisasi sebagai milik kelompok atau individu tertentu.
“Rumah ini bukan rumah Ketua DPC, bukan rumah ketua DPAC, tetapi rumah kita bersama dalam rangka menjaga sistem demokrasi agar berjalan sesuai dengan harapan Undang-Undang Dasar 1945,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepengurusan DPC PKB Kabupaten Probolinggo saat ini telah memasuki masa kepemimpinan definitif setelah ditetapkan oleh DPP PKB dan dilantik di Jakarta pada 23 Juli 2026.
Dengan struktur yang semakin lengkap, Mahrus berharap konsolidasi dari tingkat DPAC hingga ranting dapat menjadi kekuatan baru bagi PKB Kabupaten Probolinggo dalam menghadapi agenda politik mendatang.
Ia juga menyinggung target Pemilu 2029. Menurutnya, soliditas struktur menjadi salah satu modal penting untuk meningkatkan perolehan kursi.
“Soliditas teman-teman PAC sampai ranting diharapkan menjadi sebuah kekuatan baru. Kalau sebelumnya menang dari sisi suara tetapi belum maksimal dalam perolehan kursi, ke depan tentu kita berharap hasilnya lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Gus Didik Humaidi menekankan pentingnya komunikasi antara pengurus DPAC dan ranting dengan anggota Fraksi PKB di DPRD Kabupaten Probolinggo.
Menurut Gus Didik, struktur partai di tingkat kecamatan dan desa memiliki peran penting dalam menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“DPAC dan ranting harus sering bertemu dengan anggota Fraksi PKB agar aspirasi ranting dan masyarakat di tingkat akar rumput bisa kami dengar dan nantinya bisa kami perjuangkan di DPRD,” kata Gus Didik.
Ia menilai keberadaan ranting menjadi salah satu jalur penting bagi anggota legislatif untuk mengetahui kebutuhan masyarakat secara lebih luas.
“Tanpa ranting dan DPAC, kami tidak bisa menjangkau lebih jauh kebutuhan masyarakat di akar rumput,” ujarnya.
Melalui rangkaian pra Musran tersebut, DPC PKB Kabupaten Probolinggo mulai mempersiapkan penataan kepengurusan di tingkat ranting. Selain memperkuat organisasi, struktur tersebut diharapkan dapat menjadi penghubung antara masyarakat, partai politik, dan wakil rakyat dalam menyampaikan serta memperjuangkan aspirasi warga.